Momen mudik menjelang hari raya Idul Fitri adalah salah satu tradisi yang paling dinanti, penuh dengan rindu dan harapan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Perjalanan jauh ini seringkali melelahkan, namun spiritualitas mudik dapat ditingkatkan dengan memanjatkan doa-doa. Ada doa khusus yang bisa dibaca saat mudik sejak memulai perjalanan hingga saat melihat kampung halaman tercinta, sebagai wujud syukur dan permohonan keberkahan.
Sebelum memulai perjalanan, sangat dianjurkan membaca doa safar (doa perjalanan). Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin wa inna ila robbina lamun-qolibuun.” Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Doa ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah yang memudahkan perjalanan, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa setiap perjalanan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Membaca doa ini juga merupakan bentuk tawakal kepada Allah agar senantiasa dilindungi dari segala marabahaya dan kesulitan di perjalanan, memastikan keselamatan sampai tujuan.
Saat perjalanan berlangsung, khususnya ketika melewati tanjakan atau medan yang menantang, disunahkan untuk memperbanyak takbir (“Allahu Akbar”). Sebaliknya, ketika melewati turunan atau jalan yang landai, dianjurkan untuk bertasbih (“Subhanallah”). Amalan ini meniru sunah Rasulullah SAW yang senantiasa berzikir dalam setiap kondisi perjalanan.
Ketika tanda-tanda kampung halaman mulai terlihat, seperti sawah yang familiar, sungai yang mengalir, atau bahkan bangunan-bangunan yang akrab, momen ini adalah kesempatan untuk memanjatkan doa khusus melihat negeri. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah: “Allahumma ij’al lanā bihā qarāran wa rizqan ḥasanan.” Artinya: “Ya Allah, jadikanlah bagi kami dengannya (kampung ini) tempat tinggal dan rezeki yang baik.”
Doa ini mengungkapkan rasa syukur atas keselamatan tiba dan permohonan agar kampung halaman menjadi tempat yang damai dan penuh berkah. Ini adalah wujud kerinduan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tempat asal. Momen ini menjadi sangat emosional, di mana rasa rindu bertemu keluarga bercampur dengan syukur kepada Ilahi.
Setibanya di kampung halaman, jangan lupa untuk membaca doa setelah tiba dari perjalanan: “Aayibuuna taaibuuna ‘aa-biduuna lirabbinaa haamiduun.” Artinya: “Kami kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji kepada Tuhan kami.” Doa ini menyempurnakan perjalanan mudik, menuntaskan syukur atas keselamatan dan memperbaharui komitmen ibadah.
