Di era yang didominasi oleh informasi digital, konsep literasi seringkali terbatas pada kemampuan membaca dan memahami teks secara harfiah. Namun, dalam tradisi keilmuan Islam yang kaya, pemahaman sejati membutuhkan langkah lebih jauh—yaitu Melampaui Literasi tekstual menuju kedalaman spiritual, metodologis, dan kontekstual. Menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam berarti mengembalikan pentingnya sanad (rantai keilmuan), bimbingan guru (tawassul),…
